Posted by: indonesiantunes on: September 14, 2007
Salah satu pasangan suami-istri yang menggeluti bidang tariksuara dan menjadi icon musik pop Indonesia akhir tahun 60-an, salah satunya adalah Muchsin dan Titiek Sandora. Sebelum menjadi pasangan abadi (suami-istri) keduanya memang telah berkarir dibidang menyanyi. Muchsin misalnya, pria kelahiran Ujung Pandang ini sejak SMA sudah menunjukkan bakat menyanyi. Bersama teman-teman satu sekolah, Muchsin mendirikan Band dan kerap kali tampil dalam acara pentas seni disekolahnya.
Hingga akhirnya, datang Kesempatan rekaman yang ditawari oleh REMACO dan melahirkan dua lagu yang menjadi top hits Indonesia, yakni “Merana” dan “Gadis Lesung Pipit”. Nama Muchsin makin bersinar setelah berduet dengan Titiek Sandora yang juga telah menjadi penyanyi sukses dan tenar dengan lagunya “Si Jago Mogok”. Tembang “Dunia Belum Kiamat” menjadi awal kesuksesan duet penyanyi yang akhirnya memutuskan untuk menikah.
Suara Muchsin yang merdu dipadu dengan warna vokal Titiek Sandhora yang lembut, merdu dan manja menarik perhatian perusahaan rekaman REMACO untuk menyatukan mereka dalam satu album. Maka ditunjuklah Band “De Meicy” sebagai band pengiring yang dimotori oleh Is Haryanto dan Barce Van Houten.
Ada sepuluh lagu andalah dalam album ini, yakni Percaya Harapan dan Cinta, Lajulah Laju, Benci, Kata Hatiku, Bermula dan Berakhir, Matahari, Lucia, Nyanyian Bidadari, Januari dan Bisikan Kata Sayang.
Sebagai penyanyi profesional, bagi Titiek Sandhora maupun Muchsin di album ini tampil maksimal. Merdunya vocal Titiek Sandora pada alunan vocal nada rendah dan juga tinggi membuktikan dirinya menguasai olah vokal dengan baik. Begitu juga dengan Muchsin yang mampu mengimbangi vokal pasangannya dengan baik.
Titiek Sandhora yang pernah sukses dengan lagu “Si Boncel” karya Yessy Wenas, di album ini menyanyikan tujuh lagu, sementara Muchsin hanya dua lagu yakni “Benci” dan “Lucia”, sisanya – Percaya Harapan dan Cinta- dinyanyikan secara duet.
Hampir semua lagu dalam album ini bernanda melankolis, sekalipun demikian semuanya dibawakan dengan penuh penjiwaan. Perpaduan sound alat musik “De Meicy” pun juga dinamis dan seimbang.
Sebagai penyanyi profesional, Muchsin pernah menerima beberapa penghargaan, diantaranya adalah sebagai juara pertama Pop Singer Nasional tahun 1969. Muchsin juga pernah menerima penghargaan dari Koran “Suluh Minggu” yang terbit di Jakarta sebagai “Raja Penyanyi Pop Singer”. Dari REMACO, Muchsin menerima “Trophy & Golden Record” sebanyak enam buah. Selain mendendangkan lagu Pop, Muchsin juga pernah melantunkan lagu dangdut dan gambus.
Selain sukses di dunia tarik suara, Pasangan Awet ini juga pernah membintangi film bareng, salah satunya adalah “Dunia Belum Kiamat” tahun 1970 dimana Muchsin menjadi pemeran utamanya.
Dari pernikahannya dengan Titiek Sandhora, mereka dikarunia tiga orang anak, Bobby, Baby dan Bella. Dan ketika deman lagu anak tahun 70-an, Muchsin dan Titiek sempat mengajak anak sulung mereka, Bobby, membuat album anak-anak. [lysthano/iims/foto: istimewa]
seneng dekh mengikuti berita2 mengenai Mba Titiek n Bang Muchsin, mengingatkan masa kecil-SD- saya.
Kalau ngga salah judul lagu yg kesatu itu “sekelumit Cinta”. Trims salam buat semua penggemar Titiek Sandhora – Muchsin
December 7, 2007 at 4:35 am
Saya ingin tahu judul lagu denga syair sperti brkt:
kuingin engkau bahagia
walau bukan lagi kasihku
yang dulu slalu kuharapkan
balasan kasih darimu
Biarakanlah kenangan yang lalu
menjadi saksi abadi
……………….
akhirnya sampai disini
Juga lau dengan syair:
Kini entah dimana kawanku yang dulu sebangku sekolah………………………………………………………………………??????
terima kasih