Indonesiantunes’s Weblog

Mata, Hati, Telinga : Sentuhan Pop Maliq & D’Essentials

Posted by: indonesiantunes on: April 24, 2009

Maliq & D’Essentials boleh dibilang selalu menampilkan sesuatu yang berbeda di setiap album. Masih kental dalam ingatan bagaimana mereka menyuguhkan nuansa musik chill out dalam album perdana “1st” dan aura dance di album kedua “Free Your Mind”. Kini, lewat album ketiga yang diberi tajuk “Mata, Hati, Telinga”, Maliq & D’Essentials nampaknya bergeser ke ranah pop.

Yang paling menampilkan sisi nge-pop band beranggotakan Angga & Indah (vokal), Ifa (keyboard), Amar (trumpet), Jawa (bass) , Lale (gitar) dan Widi (drum) ini tentu saja single pertama yang berjudul “Pilihanku”. Sepertinya kehadiran Lale sebagai gitaris yang belum lama bergabung, benar-benar memberikan ‘warna’ baru bagi musik Maliq & D’Essentials.

Tembang “Pilihanku” dirasa penulis sangat catchy, tak hanya untuk segmen ‘pasar’ Maliq & D’Essentials. Lagu ini hampir pasti dapat melebarkan gaung mereka hingga pelosok negeri, sebagai efek nuansa pop yang mereka hadirkan meski tetap tak menghilangkan ciri khas Maliq.

Ada pula lagu yang menyita perhatian penulis. Yakni “Mata Hati Telinga” yang berjudul sama dengan album teranyar ini. Hadir dengan konsep akustik, Maliq menyuguhkan nuansa melodic pop ala tahun 70-an. Sungguh lagu yang easy listening dan nikmat ‘dilahap’ telinga.

Tak perlu kuatir bakal kehilangan irama khas Maliq yang elegan dan berkualitas tinggi. Dengar saja “Aura” yang kental sentuhan funk, “Luluh” yang ‘mengedepankan’ sound trumpet, atau “Kita Jatuh Cinta” dan “Coba Katakan” dimana nuansa musik jazz yang berpadu dengan R&B serta pop mengalun begitu indahnya bersama renyahnya vokal Angga dan Indah.

Album “Mata, Hati, Telinga” hanya berisikan enam lagu. Meski begitu keenam lagu tersebut dirasa cukup menjaga eksistensi, memperluas pasar sekaligus mewakilkan kemajuan musik Maliq & D’Essentials. (mag)

Sacredly Agnezious : Agnes Monica Kembali Unjuk Gigi

Posted by: indonesiantunes on: April 24, 2009

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar untuk jeda album. Sedikit riskan memang mengingat telinga pasar musik tanah air dijejali begitu banyak musik baru. Salah strategi malah bisa membuat sang penyanyi atau musisi ‘terlupakan’. Namun tampaknya hal itu tak berlaku bagi Agnes Monica.

Penyanyi berusia 22 tahun itu baru saja menelurkan album ketiganya yang diberi tajuk “Sacredly Agnezious”. Berselang hampir tiga setengah tahun dari album kedua “Whaddup A’..?!”, Agnes malah berhasil membuat penggemarnya rindu dan kembali dengan karya yang cukup menggebrak.

Sebelum album terbarunya dirilis secara full pada 1 April 2009, dua single telah lebih dahulu diluncurkan di tahun 2008 silam. “Matahariku” yang mellow dan “Godai Aku Lagi” yang menghentak, sukses mencetak hits. Agnes sekali lagi membuktikan bahwa dirinya mampu ‘bermain’ dalam segala beat.

Oke, sekarang mari menelaah tembang lainnya dalam “Sacredly Agnezious”. Penulis coba membagi album ini menjadi beberapa kategori.

Pertama, mellow. Single ketiga berjudul “Teruskanlah” termasuk dalam kategori ini bersama “Coz I Love You” dan “Rapuh”. Ketiganya menonjolkan kekuatan vokal Agnes dengan sound yang minimalis. Yang sedikit berbeda adalah dalam lagu “Coz I Love You” dimana suara Agnes terdengar lebih tipis dan tak terlalu ‘berteriak’. Lebih nikmat di telinga.

Yang kedua adalah R&B. Kali ini Agnes yang juga bertindak sebagai produser benar-benar meracik musik Ryhthm and Blues secara apik. Ada yang full synthesizer lewat lagu “Hanya Menunggu”, Ada yang ornamen musiknya ramai ala orkestra dalam “A.G.N.E.Z”, dan ada pula yang disisipi musik khas Bali serta dibuat megah seperti lagu berjudul “Shake it Off”.

Yang ketiga berikut ini cukup menarik. Bolehlah kita kategorikan sebagai musik rock. Dalam lagu “Janji-Janji”, penulis merasa ‘menemukan’ Agnes yang berbeda. Musik yang mengusung konsep band dan nge-rock, berpadu apik dengan vokal mantan penyanyi cilik itu yang memang powerfull.

Terakhir dan paling menyita perhatian penulis ialah tembang berjudul “Berlebihan”. Entah akan disebut sebagai kategori apa. Tak mellow, namun hadir dengan beat slow dan melantun. Dalam lagu ini suara Agnes terdengar sangat santai, tak memforsir kemampuan vokalnya. Enak sekali, barangkali karena mulai sedikit bosan dengan lengkingan yang merajalela. Sound gitar dan mood ala lagu-lagu milik John Mayer, terasa menambah keindahan lagu ini. Pas, tak kurang tak berlebihan pula seperti judulnya.

Secara keseluruhan, album “Sacredly Agnezious” ini memang kaya sound dan tentunya kaya kekuatan vokal Agnes. Tak rugilah membeli album atau mengunduh nada sambungnya… (mag)

Titisan Rockstar, Sindiran JONI untuk Musik Cengeng

Posted by: indonesiantunes on: April 24, 2009

Era musik Indonesia tahun 2000-an ditandai dengan kemunculan banyaknya kelompok band dan musisi. Mereka  mengusung aliran tertentu dan mencoba eksis dalam industri ini sekuat tenaga. Konsep bermusik yang ditawarkanpun beragam, mulai dari pop, rock sampai yang melankolis. Aneh bin ajaib, pengusung musik bersyair cinta dengan melodi lambat (slow) cenderung lebih diterima masyarakat. Hal ini juga sempat menjadi kontroversi dikalangan musisi dan pengamat musik, bahkan diantara mereka ada yang berujar; “jangan sodorkan masyarakat kita dengan musik cengeng”

Kondisi ini juga membuat gerah seorang pemuda bernama Joni Lebay dan akhirnya membuat kelompok musik yang anti “Band Pop Cengeng” dengan syair “merengek-rengek”. Maka lahirlah band “JONI KEMON” Desember 2007.

Bisa dibilang, Band ini merupakan proyek pribadi bermusiknya Joni  untuk menjaga eksistensi dan jatidirinya di dunia musik. Untung, Joni memiliki multi talent di bidang ini. Makanya, dalam album perdana bertajuk “Titisan Rockstar” ini , Joni yang meng-arransemen, juga bertindak sebagai produser, music director, operator, mixing hingga mastering. Proses pembuatan album ini baru selesai bulan Oktober 2008 lalu setelah di Final Mixing & Mastering  yang dibantu oleh John Paul Ivan (eks personel Boomerang).

Album JONI KEMON berisi lima buah lagu; lagu Buat Loe, Balada Anak Kampus, Nona Manis, Blues Musisi Banci, dan Dunia Rock N’ Roll. Secara keseluruhan, penggarapan musik dialbum ini bagus, dan kemampuan bermusik personel JONI KEMON; Mc Axl (vokal), Joni (gitar), Cozy (Bass), dan Bonsay (Drum) bisa dibilang baik. Usaha memadukan harmonisasi bunyi alat musik terdengar kompak dan minim distorsi.

Upaya sang vokalis, Mc Axl, bermain dalam nada-nada sulit (rendah-tinggi) tak sia-sia. Sepertinya, Axl yang juga vocalis band ArrowGuns sudah  terbiasa membawakan lagu dengan gaya vokal yang mirip-mirip dengan Axl Rose vokalis kelompok musik Guns N’ Roses. Namun,  tidak bisa dipungkiri pula dalam beberapa lagu, upaya backing vokal belum sepenuhnya berhasil. Dalam tembang “Balada Anak Kampus” misalnya, cukup terdengar kekurangkompakkan mereka.

Misi bermusik JONI KEMON yang tidak suka dengan Band Pop pengusung musik cengeng dengan gamblang dilontarkan dalam syair lagu “Blues Musisi Banci”. Lalu bagaimana dengan lagu “Nona Manis”? Meski ada unsur cinta, lagu ini dibawakan dengan ekspresif dalam balutan irama rock n roll.

Upaya JONI KEMON dalam menjaga eksistensinya dalam dunia musik patut diacungi jempol. Meski dalam album perdana ini  tampilan desain dan packaging cukup sederhana, namun upaya lain dalam menyebarkan misi bermusiknya lewat RBT (Ring Back Tone) menjadi poin  yang bagus bagi band ini. Dimasa mendatang, tidak mustahil eksistensi JONI KEMON semakin berkibar  dan menjadi band yang idealis serta teguh memegang komitmen dan jati diri. Sukses buat JONI KEMON (lysthano/foto : Joni Kemon]

Band atau musisi yang langsung ‘meledak’ pada album pertama mempunyai pekerjaan rumah yang berat, mampukah mereka mengulang kesuksesan dalam karya-karya berikutnya? Hal itu pula yang kini boleh dipertanyakan kepada The Changcuters yang baru saja menelurkan album kedua yang diberi tajuk “The Changcuters & Misteri Kalajengking Hitam”.

Review Selengkapnya

My First Love : Cinta Pertama VIERRA Taklukan Musik Indonesia

Posted by: indonesiantunes on: April 13, 2009

Remaja memang seharusnya bergaya, bertingkah laku dan merasakan cinta layaknya seorang remaja. Tak perlu membohongi diri dan berlagak dewasa. Itulah yang disodorkan VIERRA dengan album perdananya “My First Love”.

Review Selengkapnya

Tags:

Menunggu : Dangdut Modern Ala Ridho Rhoma & Sonet 2 Band

Posted by: indonesiantunes on: April 13, 2009

Ridho Rhoma dan Sonet 2 Band menampilkan dangdut yang benar-benar modern. Betapa tidak, tak terdengar lagi dangdut menye-menye. Yang ada justru gebukan drum yang nge-pop, alunan strings, suara gitar berbumbu rock dengan tak melupakan tabuhan gendang khas dangdut. Syair boleh dangdut, tapi musik digarap modern abis!

Review Selengkapnya

Sang Juara : MAIA Naik Satu Level

Posted by: indonesiantunes on: April 13, 2009

Pasca RATU, akhirnya MAIA menelurkan satu album penuh yang diberi tajuk “Sang Juara”. Sebelumnya duo Maia Estianty dan MeyChan sempat merilis album kompilasi “Maia and Friends”, dimana dua single yang mereka luncurkan meraup sukses besar.

Review Selengkapnya

Lagi, Konser ST12 Diwarnai Keributan

Posted by: indonesiantunes on: April 13, 2009

Kejadian tidak menyenangkan terjadi lagi dalam konser musik di tanah air. Hari Minggu (12/4/2009) kemarin konser ST12 di Stadion Bima, Cirebon, diwarnai perkelahian antar penonton, bahkan seorang penonton terluka akibat tusukan benda tajam di perutnya.

Berita Selengkapnya

Tags:

Ungu Lebih Fresh Di Album Penguasa Hati

Posted by: indonesiantunes on: April 13, 2009

Dalam waktu dekat Ungu akan merilis album terbarunya yang rencananya diberi judul Penguasa Hati. Singel pertama mereka di album ini adalah Hampa Hatiku yang bernuansa dangdut, dimana mereka berkolaborasi dengan Iis Dahlia dan 7 Kurcaci.

Berita selengkapnya

Netral Berang, Singel Anyarnya Dibajak !

Posted by: indonesiantunes on: April 13, 2009

“Dimana bentuk penghargaan terhadap kami sebagai musisi ?”, teriak Netral di situs resminya. “Karya kami yang dibuat dengan susah payah akhirnya hanya untuk dikonsumsi secara gratis tanpa imbalan apapun kepada si penciptanya.”

Selengkapnya